saat orang yang menjalankan sunnah dibuli habis-habisan dengan istilah " wahaby "..
kini mereka kepanasan dengan adanya ungkapan artis yang meniti jalan sunnah dan mengamalkannya ( teuku wisnu ).
mereka ( yang membuli ) tidak sadar bahwa sikap merekapun seolah merasa paling benar diantara yang benar-benar, sehingga begitu mudahnya mengklaim dan menghukumi orang tanpa mereka menunjukan sebuah dalil yang jelas tentang salah dan benarnya, atau tentang kuat dan lemahnya suatu dalil tersebut.
merekapun rame-rame membuat meme yang membuat para pembaca dan pemerhati berita dipercaya, padahal berita itu walaupun penisbatannya kepada syaikhul islam ibnu taimiyyah, namun ingatlah bahwa beliau itu manusia biasa bukan malaikat atau nabi yang maksum dari kesalahan.
walaupun pendapat syaikhul islam itu benar, maka maksudnya harus difahami pengiriman bacaan qur'an oleh siapa ?
jangan sampai memukul rata penyampaian bacaan qur'an tersebut, karena sinkronisasi dengan dalil hadits bahwa yang nyampe itu ada 3 perkara
1. shodaqoh yang diberikan oleh orang yang meninggal semasa hidupnya
2. ilmu yang dia amalkan semasa hidupnya
3. do'a seorang anak kandungnya yang sholeh.
jadi, jelaslah bahwa perkataan siapapun bisa saja kita tolak, kalau hal tersebut bertentangan dengan perkataan shohibul maqom ( sambil menunjuk kearah kuburan rasulullah ) , menurut imam malik.
tak heran jika benar dan salah itu harus kita timbang dengan dalil yang bersumber dari al-qur'an dan as-sunnah, karena dua pusaka ini tidak akan menyesatkan selama-lamanya, apabila kita berpegang teguh kepadanya.
seharusnya jangan membuli, namun jadikan sebuah kajian ulang dan renungan yang dalam bagaimana dengan sebuah amalan yang kita lakukan ini, apakah sudah sesuaikan dengan contoh rasulullah dan para sahabatnya ataukah belum, jika memang terbukti belum, buanglah rasa gengsi dalam diri untuk kembali dan bersemangat dalam mengkaji ilmu islam yang benar ini.
agar terciptanya sebuah persatuan islam dengan senantiasa berpegang teguh terhadap ajaran islam yang murni. karena inilah solusi yang dapat menyatukan umat islam di dunia ini. bukan dengan islam nusantara, islam partai, atau islam organisasi. justru hal ini malah menambah sebuah perpecahan diantara umat islam.
ditulis oleh:
Abu Fidel El-Barca
kamis, 03/09/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar